Health

Home » » Kasta Masyarakat Bali

Kasta Masyarakat Bali


Kasta Brahmana adalah kasta tertinggi untuk masyarakat Bali, yang termasuk dalam kasta Brahmana ini adalah kelompok para bangsawan, guru, atau pemuka agama yang dikenal dengan sebutan gelar Ida Bagus untuk laki-laki dan Ida Ayu untuk perempuan atau sering disingkat dayu. Kasta Kesatria adalah golongan menengah, kelompok orang yang mempunyai jiwa kepahlawanan seperti para raja, pejabat daerah, dan tentara. Kasta Kesatri ini dikenal dengan sebutan nama gelarnya Cokarda, Anak Agung, Ratu, dan Prebagus untuk laki-laki; sedangkan sebutan untuk perempuan Anak Agung Isti atau Dewa Ayu. Kasta Sudra yaitu kasta yang paling rendah kelompok orang kebanyakan yang didominasi profesi pengemis, pengangguran, dan karyawan tingkat bawah. Sebutan kasta, sudah menjadi penting dalam kehidupan masyarakat Bali, hal ini sebagai bentuk kehormatan terhadap kasta yang lebih tinggi. Selain itu kasta di Bali juga mengenal sebutan kekerabatan atau silsilah keluarga. Dan hal ini menjadi penting untuk penghormatan seseorang terhadap yang lainnya atau antara yang lebih muda kepada yang lebih tua. Sebutan kekerabatan keluarga orang asli Bali juga mempunyai silsilah khas, yaitu silsilah anak pertama selalu dengan sebutan nama keluarga Wayan, Putu, atau Gede, yang kemudian dikuti oleh nama panggilan. Lahir anak kedua selalu diberi sebutan nama keluarga Made atau Kadek. Kelahiran berikutnya anak ketiga diberi sebutan Nyoman atau Komang. Sedangkan kelahiran anak keempat diberi nama Ketut. Sedangkan bagi masyarakat asli Bali bila anaknya lebih dari empat, untuk anak kelima kembali lagi dari awal dengan penyebutan Wayan atau Putu lagi dan seterusnya berulang-ulang untuk nama berikutnya. Untuk membedakan jenis kelamin dari silsilah ini, sering namanya diawali dengan "I" untuk laki-laki, dan "Ni" untuk perempuan, contohnya "I Wayan". Silsilah ini tidak menjadi aturan untuk pewaris dari keluarga, pewaris akan menjadi hak sepenuhnya laki-laki karena harus menanggung seluruh biaya kegiatan upacara adat leluhurnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts